Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

PACITAN – Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Bidang Statistik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), terus memperkuat peran strategisnya sebagai penyaji data dan informasi akurat bagi masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan berbasis data dapat dipahami oleh seluruh lapisan warga, mulai dari generasi muda di perkotaan hingga lansia di pelosok desa.
Kepala Bidang Informasi Diskominfo Pacitan, Ria Anggara Purna, menjelaskan bahwa kunci utama dalam menghadapi era digital adalah adaptasi informasi yang inklusif. Menurutnya, pemerintah tidak boleh terpaku pada satu metode komunikasi saja, mengingat keragaman demografi dan tantangan infrastruktur jaringan di wilayah Pacitan.
“Kita menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Sosialisasi melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok memang sangat efektif bagi masyarakat urban. Namun, untuk menjangkau masyarakat di wilayah blankspot serta kaum lansia, kami tetap konsisten menerapkan metode konvensional,” ujar Ria dalam keterangannya, Kamis (12/02/2026).
Sinergi Data Digital dan Media Konvensional
Untuk menyasar generasi Z dan milenial, Bidang Informasi secara masif melakukan transformasi penyajian data. Informasi resmi kini dikemas lebih visual, menarik, dan interaktif melalui akun Instagram, situs web, hingga video pendek di TikTok agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat modern.
Di sisi lain, untuk mengatasi kendala geografis dan keterbatasan akses internet di beberapa desa, Diskominfo tetap mengoptimalkan media luar ruang. Pemasangan baliho dan penyebaran poster fisik di titik-titik strategis hingga ke tingkat desa tetap dilakukan guna menjamin hak masyarakat atas informasi tetap terpenuhi tanpa terhalang sekat teknologi.
Literasi Digital dan Pemanfaatan AI
Bukan sekadar menyebarkan data, Bidang Informasi juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan indeks literasi digital masyarakat. Salah satu program unggulan yang direncanakan adalah pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
“Pelatihan literasi digital mengenai AI dan aplikasi penunjang lainnya menjadi prioritas kami. Kami ingin masyarakat, khususnya pelaku usaha kreatif dan pemuda, mampu memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas serta mampu mengolah informasi secara lebih cerdas di era industri 4.0,” tambahnya.
Kolaborasi Menangkal Hoaks
Menyikapi maraknya berita bohong (hoaks) yang sering kali memanipulasi data, Bidang Statistik Diskominfo Pacitan membangun ekosistem verifikasi yang melibatkan media lokal. Mekanisme penangkalan hoaks dilakukan secara kolaboratif dengan menempatkan awak media sebagai mitra penyaring informasi di lapangan.
Setiap informasi yang diragukan kebenarannya akan dilaporkan untuk kemudian diverifikasi kevalidan datanya oleh pemerintah daerah.
“Rekan-rekan media membantu menyaring informasi yang beredar. Begitu ada laporan, kami segera melakukan verifikasi data dan menyusun klarifikasi resmi. Hasilnya kami sebarluaskan kembali melalui seluruh kanal pemerintah agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi,” tegas Ria.
Melalui sinergi antara teknologi modern, pendekatan tradisional, dan kolaborasi bersama media, Pemerintah Kabupaten Pacitan optimistis dapat menciptakan ruang informasi yang sehat, berbasis data, dan mampu mengedukasi masyarakat menuju Pacitan yang cakap digital. (Mg/DiskominfoPacitan)