KIM Pena masuk 5 besar lomba LCCK tingkat Provinsi

KIM Pena Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan masuk 5 besar setelah diumumkan oleh kadiskominfo Provinsi Jawa Timur pada tanggal 03 Juli 2018 bertempat di lantai IV Diskominfo Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244, Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Penetapan hasil penilaian peserta seleksi administrasi lomba cerdas cermat komunikatif (LCCK) 2018 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Seperti diketahui Seleksi administrasi dari 38 Kabupaten / Kota tersebut dibagi menjadi 4 Grup,Bertempat di kantor dinas komunikasi dan informatika provinsi Jawa Timur.Proses seleksi administrasi ini diikuti oleh 38 Kabupaten / Kota dan terbagi menjadi 4 Grup. Untuk pertama Grup A terdiri dari tiga Bakorwil yakni Bakorwil Madiun, Malang dan Jember. kegiatan ini diikuti oleh 10 kabupaten yang tergàbung dalam group A. Meliputi Pacitan, Ponorogo, Blitar, Kota Malang,Pasuruan, Nganjuk, Lumajang, Probolinggo dan Jombang. selanjutnya akan diseleksi 16 peserta yang akan bertanding di tingkat Provinsi. Setelah itu akan disaring kembali menjadi empat peserta dan dari empat peserta akan dipilih satu yang akan mewakili Jatim ke tingkat nasional.

Kelompok KIM yang lolos administrasi lomba LCCK tahun 2018 pada babak 16 besar sebagai mana dalam hasil seleksi tersebut akan ditindaklanjuti ke babak berikutnya untuk mencari tiga besar terbaik.Berdasarkan rekapitulasi hasil seleksi administrasi LCCK-KIM 2018 berdasarkan bakorwil KIM Pena kabupaten pacitan berhasil menempati posisi 5 dari 16 peserta seleksi yang lolos. Dari 16 peserta yang lolos seleksi administrasi ini nantinya akan diadakan seleksi selanjutnya untuk dipiih 4 tim terbaik yang nantinya akan mewakili Jawa Timur ke tingkat Nasional .

Invalid URL for PDF Viewer

(Kontributor UB)

DESA NGUMBUL SABET JUARA 1 LOMBA SID AWARD 2017

Website Sistem Informasi Desa (SID) yang dirintis desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan akhirnya berhasil menyabet juara 1 Lomba SID Award 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pacitan (Diskominfo).
Piagam lomba Website Sistem Informasi Desa (SID) tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pacitan Indartato dalam malam puncak PBHBN di Alun-alun Pacitan, Kamis (7/9/2017) malam.
Dalam keterangannya Bupati Indartato mengatakan, Lomba website Sistem Informasi Desa (SID) ini merupakan bagian tak terpisahkan dalam implementasi Undang-Undang Desa. “Kami berharap kegiatan lomba ini bisa menjadi suport bagi desa dalam memanfaatkan informasi tehnologi sebagai ujung tombak informasi pembangunan di desa,” tukas Bupati Indartato.
Bupati menyampaikan, dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
Dirinyapun mengucapkan selamat kepada desa yang telah terpilih menjadi juara dalam lomba tersebut. “Saya ucapkan selamat, semoga keberhasilan ini bisa diikuti oleh desa-desa yang lain, sehingga harapan untuk memberikan pelayanan yang prima, efisien, akuntabel dan transparan bisa terwujud,” ungkapnya.
Seperti diketahui, lomba website Sistem Informasi Desa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke 72 tersebut diikuti oleh pemerintah desa seluruh kabupaten Pacitan yang sudah memiliki website online.
Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pacitan Widi Sumardji, S.Sos mengatakan ada beberapa kriteria penilaian dalam lomba tersebut. Yaitu meliputi Kelengkapan data, Keaktifan updating informasi, Orisinalitas Konten , Promosi produk unggulan dan Kreatifitas tampilan. “Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada desa-desa yang telah memanfaatkan website desa sebagai sarana bertukar informasi dan pelayanan publik,” ujar Widi.
Lebih jauh Widi mengatakan, dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. “Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan,” tegasnya.
Selain itu, Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. “Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik,” paparnya.
Website desa Ngumbul.kabpacitan.id ini merupakan salah satu website rintisan yang dimotori oleh pemerintah desa ngumbul bekerjasama dengan KOMPAK. Fasilitator KOMPAK kabupaten Pacitan, Irwandi dalam keterangannya mengatakan, beberapa website desa yang berada dalam pendampingan KOMPAK sudah memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID) dalam berbagai pengelolaan data desa. “Misalnya, di website desa Ngumbul ini sudah terekam data kependudukan beserta atribut-atributnya, sehingga pihak desa dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran,” ungkap Irwandi.
Pihaknya mengaku sangat apresiatif terhadap keberhasilan desa Ngumbul yang terpilih menjadi juara 1 dalam Lomba SID Award 2017 . “Selamat kepada desa Ngumbul, Ini akan menjadi tolak ukur bagi desa-desa lain yang berada dalam pendampingan KOMPAK untuk terus memaksimalkan penggunaan basis data online dalam meningkatkan pelayanan di desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala desa Ngumbul Tukijan mengatakan keberhasilan ini tentunya akan menjadi cambuk bagi pemerintah desa dalam upaya terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ” Terimakasih kepada Pemerintah Daerah, tim KOMPAK, perangkat desa dan seluruh masyarakat desa Ngumbul, ini merupakan keberhasilan kita bersama, semoga apa yang telah kita capai ini bisa memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat, kita akan terus berbenah agar apa yang telah kita capai ini bisa benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat didesa kami,” ungkap Tukijan. (frend/ngumbul.kabpacitan.id)

UMKM Go Online, Majukan Potensi Ekonomi

Pacitan – Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI, Septriana Tangkary, SE, MM mengajak generasi muda Indonesia menjadi menjadi pengusaha muda yang memberikan nilai-nilai positif. Merek juga diminta menjunjung kreativitas original.

“Kita jangan hanya menonton melainkan menjadi pemain,” tegas Septriana saat acara Fasilitasi dan Edukasi UMKM Go Online di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (10/8/2018) pagi.

Septriana Tangkary berharap terselenggaranya Fasilitasi dan Edukasi UMKM Go Online dapat memacu dan mendorong tumbuhnya pejuang digital yang andal dan kokoh. Selanjutnya mereka dapat memberi contoh masyarakat agar ikut berkecimpung dengan bisnis di bidang di era teknologi dan globalisasi saat ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah mencanangkan Program Satu Juta Domain. Hanya saja, untuk mewujudkannya harus ada sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pelaku UMKM.

Beberapa kendala yang harus diatasi di antaranya mengubah pola pikir tradisional ke arah modern, memperbaiki hasil maupun kemasan produk, kurangnya akses internet di pedesaan, serta kurangnya penguasaan IT ditingkat pelaku UMKM.

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo membacakan sambutan bupati berharap pemerintah pusat selalu memperhatikan kebutuhan UMKM di Daerah. Di tingkat daerah, kata orang nomor dua di Pacitan, Dinas Komunikasi dan Informatika akan memfasilitasi internet keseluruh desa.

“Dengan demikian proses pengiriman data termasuk penerapan Sistem Informasi Desa (SID) dari desa ke tingkat kabupaten bisa berjalan akurat dan lancar,” kata Yudi.

Jumlah pelaku usaha industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pacitan sejauh ini mencapai 22.233 unit. Jumlah ini terdiri cabang Industri, perdagangan, dan jasa. Pemerintah mendorong pemanfaatan internet bagi UMKM untuk pemasaran produk. Ini dilakukan melalui marketplace online serta terintegrasinya platform akses permodalan. (Jeng/PS)

Pelatihan Operator SID Versi 3.10 Bersama 10 Desa Binaan KOMPAK

Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam hal ini Dinas Komunikasi Dan Informatika bersama KOMPAK Selasa tanggal 11 Juli 2017 mengadakan pelatihan kepada 10 operator SID binaan KOMPAK dengan narasumber Kasi Infrastruktur Teknologi Informatika Dinas Komunikasi Dan Informatika Joko Purmanto dan Wira Swastika dengan jumlah 10 desa binaan KOMPAK. Diantaranya operator dari Desa Bungur, Desa Jetak, Desa Wonoanti, Desa Tahunan, Desa Gemaharjo, Desa Tegalombo, Desa Ketrro, Desa Pucangombo, Desa Ngumbul, dan Desa Bubakan. Dalam pelatihan ini ternyata 10 desa binaan KOMPAK telah melakukan inputing data kedalam aplikasi SID, disamping itu ternyata sebanyak 10 desa binaan KOMPAK telah memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID) untuk mendukung pelayanan administrasi yang mudah dan cepat.

Dalam hal ini Kasi Infrastruktur TeknologiInformatika Joko Purmanto menyampaikan untuk kegiatan pelatihan ini akan berlanjut sampai beberapa tahap juga menekankan pentingnya sebuah sistem informasi desa yang terkait dengan keterbukaan informasi di Desa untuk mendukung pelayanan administrasi yang mudah dan cepat.
Selain itu pengurus kompak Kabupaten Pacitan Irwandi menyampaikan pengelolaan SID versi 3.10 ini belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan untuk perbaikan tata kelola Desa binaan KOMPAK, hal ini masih terkait dengan beberapa masalah teknis dan kapasitas operator SID yang ada di Desa.

Berbagai tantangan dan kebutuhan tersebut perlu ditangani agar pemanfaatan SID dapat dioptimalkan melalui pelatihan-pelatihan seperti hari ini yang telah dilaksanakan KOMPAK bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Dan Informatika.(Wr/Ryt diskominfo)

Bupati Pacitan buka lokakarya Layanan Aspirasi pengaduan Online Rakyat

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan akan tumbuh dengan sendirinya dengan syarat jika pihak pemerintah menjamin apa yang disampaikan kian transparan dan akuntabel disamping itu mereka dalam mengakses informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah kata Bupati Pacitan Indartato saat membuka Lokakarya Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat ( LAPOR) di Gedung Karya Dharma Kamis s/d Jum’at 30-31 Maret 2017
Kegiatan ini didukung oleh KOMPAK mendatangkan dengan nara sumber:
1. Wahyu Kuncoro dari Komisi Informasi Provinsi JawaTimur
2. Koesnandoko Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro
3. Agus Sarwo Edhi Provincial Manager KOMPAK Jawa Timur
Peserta lokakarya terdiri dari Dinas KOMINFO Kabupaten Trenggalek, OPD, Camat, tokoh pendidikan, PPID Desa, juga Puskesmas binaan Kompak dari Kecamatan Tulakan dan Tegalombo
Tuntutan transparansi tidak cukup di bidang informasi saja, tetapi juga mengarah pada pelayanan publik lainnya.
Dengan dibentuknya Dinas Kominfo semua urusan yang tadinya menyebar sudah merapat jadi urusan satu organisasi perangkat daerah sehingga dalam menjalankan fungsi layanan informasi publik diharapkan akan lebih optimal.
KOMPAK dalam hal ini mengawal mekanisme pengaduan LAPOR mencoba lebih memperdayakan kelembaggaan maupun kompetensi aparat pengelolanya. Kegiatan Lokakarya ini juga ingin mencari model mekanisme pengaduan yang tepat dalam melayani masyarakat terutama pada kelompok miskin, rentan dan keterbatasan.
KOMPAK juga melihat peluang bahwa Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat ( LAPOR) dapat seiring sinergis dengan layanan informasi publik pada PPID dalam membangun transparansi yang telah digariskan oleh Pemerintah seiring dengan upaya penerapan e-Goverment, pelaporan kinerja dan open manajemen. (Sug/Ryt/Ag)